Netizenia.com – Berapa Jumlah Tiupan Sangkakala di Hari Kiamat nanti? Pertanyaan ini sering muncul ketika membahas peristiwa dahsyat akhir zaman. Dalam ajaran Islam, sangkakala ditiup sebagai tanda dimulainya hari berakhirnya, yang akan mengakhiri kehidupan di dunia dan memulai kehidupan di akhirat.
Para ulama mempunyai pendapat yang berbeda mengenai jumlah tiupan sangkakala. Ada yang menyebutkan dua kali, sementara lainnya mengatakan tiga kali. Pemahaman mengenai tiupan sangkakala ini penting karena berkaitan dengan keimanan terhadap hari akhir.
Dengan mengetahui peristiwa besar ini, manusia diharapkan semakin sadar akan tujuan hidupnya, mempersiapkan diri dengan amal baik, dan selalu mengingat bahwa kehidupan di dunia hanyalah sementara.
Tiupan Sangkakala Menandakan Hari Kiamat
Dalam buku Ensiklopedia Kiamat ditulis oleh TIM GIP, Kiamat alam semesta akan dimulai dengan ditiupkannya sangkakala. Malaikat Israfil akan meniup sangkakala dalam tiga tahap: pertama, tiupan yang mengejutkan; kedua, tiupan yang panjangnya; dan ketiga, tiupan yang membangkitkan kembali.
Ketika sangkakala ditiupkan maka seluruh mahkluk hidup yang ada di langit dan di bumi akan terkejut, Sebagaimana Allah berfirman dalam surah An-Naml ayat 87-88 di bawah ini.
وَيَوْمَ يُنْفَخُ فِي الصُّوْرِ فَفَزِعَ مَنْ فِي السَّمَوَاتِ وَمَنْ فِي الْأَرْضِ إِلَّا مَنْ شَاءَ اللهُ وَكُلُّ أَتَوْهُ دَاخِرِينَ وَتَرَى الْجِبَالَ تَحْسَبُهَا جَامِدَةً وَهِيَ تَمُرُّ مَرَّ السَّحَابِ صُنْعَ اللهِ الَّذِي أَتْقَنَ كُلَّ شَيْءٍ إِنَّهُ خَبِيرٌ بِمَا تَفْعَلُوْنَ )
“Dan (ingatlah) pada hari (ketika) sangkakala ditiup, maka terkejutlah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi, kecuali siapa yang dikehendaki Allah. Dan semua datang menghadap-Nya dengan merendahkan diri. Dan engkau akan melihat gunung-gunung, yang engkau kira tetap di tempatnya, padahal ia berjalan (seperti) awan berjalan. (Itulah) ciptaan Allah yang mencipta dengan sempurna segala sesuatu. Sungguh, Dia Mahateliti atas apa yang kamu kerjakan.” (An-Naml ayat 87-88).
Para ulama berbeda pendapat mengenai jumlah tiupan sangkakala, ada yang berpendapat sangkakala akan ditiupkan dua kali, ada juga yang berpendapat bahwa sangkakala akan ditiupkan tiga kali.
Pendapat Sangkakala Ditiupkan 2 Kali
Berdasarkan buku Ensiklopedia kiamat karya Tim Gema Insani, menurut Ibnu Hajar dan Imam Al-Qurthubi, Sangkakala ditiup dua kali. Pendapat ini didasarkan pada pemahaman literal terhadap ayat 68 dalam surah Az-Zumar dari Quran NU di bawah ini.
وَنُفِخَ فِى الصُّوْرِ فَصَعِقَ مَنْ فِى السَّمٰوٰتِ وَمَنْ فِى الْاَرْضِ اِلَّا مَنْ شَاۤءَ اللّٰهُۗ ثُمَّ نُفِخَ فِيْهِ اُخْرٰى فَاِذَا هُمْ قِيَامٌ يَّنْظُرُوْنَ ٦٨
Artinya: “Sangkakala pun ditiup sehingga matilah semua (makhluk) yang (ada) di langit dan di bumi, kecuali mereka yang dikehendaki Allah. Kemudian, ia ditiup sekali lagi. Seketika itu, mereka bangun (dari kuburnya dan) menunggu (keputusan Allah).” (Az-Zumar ayat 68 sumber: Quran NU).
Al-Quran dengan jelas menyatakan bahwa Malaikat Israfil seperti meniup sangkakala dua kali: pertama untuk mematikan, dan kedua untuk membangkitkan kembali yang telah wafat.
Pendapat ini juga didukung oleh surah An-Naziat ayat 6-7 di bawah ini yang menyebut tiupan pertama sebagai rajafah dan yang kedua sebagai radifah
يَوۡمَ تَرۡجُفُ الرَّاجِفَةُ ۙ ٦ تَتۡبَعُهَا الرَّادِفَةُ ؕ ٧
Artinya: “(Sungguh, kamu akan dibangkitkan) pada hari ketika tiupan pertama mengguncangkan alam, (tiupan pertama) itu diiringi oleh tiupan kedua.” (Surah An-Naziat ayat 6-7/ sumber: quran.com)
Surah An-Nazi’at ayat 6-7 menjelaskan bahwa pada saat Rajifah, tiupan sangkakala pertama, maka dunia akan tergoncang dahsyat, menyebabkan seluruh makhluk hidup binasa, kecuali yang tiba-tiba.
Setelah itu, radifah, pada tiupan kedua akan menyusul, membangkitkan kembali semua yang telah mati dan mengeluarkan mereka dari kubur masing-masing.
Dalam ayat lain, Al-Quran menyebut tiupan pertama dengan saihah dan yang kedua dengan nafkh fi as-sur.
مَا يَنۡظُرُوۡنَ اِلَّا صَيۡحَةً وَّاحِدَةً تَاۡخُذُهُمۡ وَهُمۡ يَخِصِّمُوۡنَ ٤٩ فَلَا يَسۡتَطِيۡعُوۡنَ تَوۡصِيَةً وَّلَاۤ اِلٰٓى اَهۡلِهِمۡ يَرۡجِعُوۡنَ ٥٠ وَنُفِخَ فِى الصُّوۡرِ فَاِذَا هُمۡ مِّنَ الۡاَجۡدَاثِ اِلٰى رَبِّهِمۡ يَنۡسِلُوۡنَ ٥١
Artinya: “Mereka hanya menunggu satu teriakan,1 yang akan membinasakan mereka ketika mereka sedang bertengkar. Sehingga mereka tidak mampu membuat suatu wasiat dan mereka (juga) tidak dapat kembali kepada keluarganya. Lalu ditiuplah sangkakala,1 maka seketika itu mereka keluar dari kuburnya (dalam keadaan hidup), menuju kepada Tuhannya.” (Surah Yasin, ayat 49 hingga ayat 51/ sumber: quran.com)
Pendapat ini juga bersandar pada sebuah hadith shahih yang menetapkan dua tiupan.
Abu Hurairah berkata. “Jarak antara dua tiupan adalah 40.”
Abu Hurairah ditanya, “Empat puluh hari?”
Abu Hurairah menjawab, “Aku menolak.”
Mereka bertanya, “Empat puluh bulan?”
Abu Hurairah menjawab, “Aku menolak.”
Mereka bertanya lagi, “Empat puluh tahun?”
Abu Hurairah menjawab, “Aku menolak.” Kemudian, Allah menurunkan hujan dari langit. Maka mereka muncul, seperti tumbuhnya sayur-sayuran. Tidak ada bahagian tubuh manusia yang tidak hancur, kecuali satu tulang, iaitu hajbu zanab. Daripadanya, makhluk disusun kembali pada hari kiamat.
Ayat-ayat Al-Quran dan hadits shahih menegaskan bahwa sangkakala ditiup dua kali: pertama untuk mematikan, dan kedua untuk membangkitkan kembali.

Pendapat Sangkakala Ditiupkan 3 Kali
Ibnu Arabi, Ibnu Taimiyyah, dan Ibnu Kathir berpendapat bahwa Malaikat Israfil meniup sangkakala sebanyak tiga kali. Menurut mereka, tiupan tersebut terdiri dari faza (tiupan yang mengejutkan), tiupan kematian, dan tiupan kebangkitan kembali.
Faza adalah tiupan pertama yang ditiup oleh Malaikat Israfil AS, yang mengejutkan seluruh makhluk. Tiupan ini membuat manusia panik, bumi terbelah, gunung beterbangan, dan bintang-bintang berhamburan.
Setelah itu, atas perintah Allah SWT, Malaikat Israfil sebagai meniup sangkakala kedua yang menyebabkan semua makhluk mati. Kemudian, tiupan ketiga dilakukan untuk membangkitkan kembali seluruh manusia agar dihisab atas amal perbuatan mereka.
Pandangan ini merujuk kepada ayat Al-Quran yang menyebut tentang tiupan faza’.
وَيَوْمَ يُنفَخُ فِي الصُّورِ فَفَزِعَ مَن فِي السَّمَوَاتِ وَمَن فِي الْأَرْضِ إِلَّا مَن شَاءَ اللَّهُ وَكُلُّ أَتَوْهُ دَاخِرِينَ (٢)
Artinya: “Dan (ingatkanlah) hari di tiup sangkakala, lalu terkejutlah gerun gementar makhluk-makhluk yang ada di langit dan yang ada di bumi, kecuali mereka yang dikehendaki Allah. Dan kesemuanya akan datang kepada-Nya dengan keadaan tunduk patuh.” (Surah An-Naml, ayat 87).
Ayat tersebut menjelaskan bahwa sebelum terjadinya kematian, Allah SWT terlebih dahulu memerintahkan Malaikat Israfil untuk meniup sangkakala yang mengejutkan seluruh umat manusia pada saat itu.
Tiupan ini bukan sekedar kejutan biasa, melainkan bagian dari azab yang dahsyat dari Allah SWT, yang akan membuat manusia ketakutan, kebingungan, dan menyadari bahwa hari kiamat telah tiba.