Netizenia.com- Tanda-tanda kiamat sugra adalah peristiwa-peristiwa yang menunjukkan semakin besarnya hari kiamat. Tanda-tanda ini berskala kecil namun berdampak besar dalam kehidupan manusia.
Beberapa di antaranya sudah terjadi sejak lama dan terus berlangsung hingga kini, mengingatkan kita bahwa kehidupan dunia hanyalah sementara.
Dalam buku Aqidah Akhlak karya Ahmad Kusaeri
Banyak orang berpikir bahwa \hari kiamat hanya merujuk pada kehancuran besar di akhir zaman, tetapi dalam Islam, ada konsep yang disebut kiamat sugra atau kiamat kecil.
Ini bukan tentang dunia yang runtuh dalam sekejap, melainkan tentang berakhirnya kehidupan setiap makhluk yang bernyawa. Saat seseorang meninggal, dunianya pun berakhir.
Tak ada lagi kesempatan untuk memperbaiki diri, menebus kesalahan, atau mengejar amal kebaikan. Inilah bentuk kecil yang pasti dialami oleh setiap manusia, tanpa kecuali. Namun, Kiamat Sugra tidak hanya sebatas kematian individu.
Fenomena alam yang dahsyat seperti gempa bumi, tsunami, dan banjir juga termasuk dalam kategori ini. Musibah-musibah tersebut adalah peringatan bahwa kehidupan dunia ini fana, penuh, dan sewaktu-waktu bisa berakhir tanpa peringatan.
Allah SWT Telah Mengingatkan dalam Surat Ali Imran [3] ayat 185:
كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ وَإِنَّمَا تُوَفَّوْنَ اجُورَكُمْ يَوْمَ الْقِيمَةِ فَمَنْ زُحْزِحَ عَنِ النَّارِ وَأُدْخِلَ الْجَنَّةَ فَقَدْ فَازَ وَمَا الْحَيَوةُ الدُّنْيَا إِلَّا مَتَاعُ الْغُرُورِ
Artinya: “Setiap yang bernyawa akan merasakan mati. Dan hanya pada hari Kiamat sajalah diberikan dengan sempurna balasanmu.”
13 Tanda-Tanda Kiamat Sugra
Berikut ini 13 tanda-tanda kiamat sugra menurut buku Akidah Akhlak Madrasah Tsanawiyah tulisan Harjan Syuhada.
1. Ilmu Agama Terabai
Pengetahuan tentang agama mulai ditinggalkan dan dianggap tidak relevan dalam kehidupan modern. Banyak orang yang lebih menghargai ilmu duniawi, sementara ajaran agama sering kali diabaikan atau bahkan dilecehkan. Seiring berjalannya waktu, nilai-nilai keagamaan semakin terkikis.
2. Kebodohan Menjadi Hal yang Biasa
Meskipun banyak orang yang menjalankan ibadah, mereka melakukannya tanpa memahami esensi sebenarnya. Akibatnya, praktik keagamaan dilakukan hanya sebagai rutinitas, tanpa ilmu yang benar. Kebodohan ini menyebar luas karena tidak ada keinginan untuk belajar lebih banyak tentang ajaran agama.
3. Perzinaan Dilegalkan
Perilaku zina menjadi semakin lazim karena banyaknya aturan yang justru melegalkannya. Hiburan, media, dan kebijakan pemerintah mendukung gaya hidup bebas yang mengabaikan norma-norma moral, sehingga perbuatan tercela ini tidak lagi dianggap tabu.
4. Minuman Keras Dijual Bebas
Segala jenis minuman beralkohol dapat diperoleh dengan mudah, dan konsumennya tidak lagi merasa bersalah. Bahkan, mabuk-mabukan menjadi hal yang lumrah dan dilakukan secara terang-terangan tanpa ada rasa malu atau takut akan dosa.
5. Laki-Laki Lebih Sedikit Dibanding Perempuan
Jumlah pria semakin berkurang karena banyak yang tewas dalam peperangan, sementara kelahiran bayi laki-laki juga menurun drastis. Akibatnya, keseimbangan populasi menjadi terganggu.
6. Jumlah Perempuan Jauh Lebih Banyak
Rasio antara perempuan dan laki-laki menjadi sangat timpang, bahkan mencapai 1 banding 50. Hal ini semakin memperjelas keterpaduan dalam struktur sosial masyarakat.
7. Budak Wanita Melahirkan Anak Tuannya
Seorang budak perempuan bisa melahirkan anak dari majikannya, menandakan ketimpangan sosial yang ekstrem. Anak yang lahir dari hubungan ini menjadi bagian dari keluarga majikan, tetapi sang ibu tetap dalam status rendah sebagai budak.
8. Orang Miskin Tiba-Tiba Menjadi Penguasa
Mereka yang sebelumnya hidup dalam kemiskinan, seperti para penggembala, tiba-tiba menjadi pemimpin dan orang berpengaruh dalam pemerintahan. Kekuasaan mereka sering kali tidak berdasarkan kompetensi, melainkan nasibnya berubah secara tiba-tiba.

9. Mantan Penggembala Hidup Mewah
Orang-orang yang dulu hidup sederhana kini berlomba-lomba membangun rumah mewah layaknya istana. Mereka yang sebelumnya tidak beralas kaki dan hidup dalam keterbatasan, tiba-tiba berubah menjadi orang kaya yang suka pamer kemewahan.
10. Perang Besar Atas Nama Agama
Dua kelompok besar saling bekerja sama dengan dalih membela agama. Namun, peperangan ini justru membawa kehancuran dan pertumpahan darah yang tidak berkesudahan, dengan masing-masing pihak mengklaim sebagai pihak yang benar.
11. Ulama Diganti oleh Orang Bodoh
Banyak ulama dan cendekiawan agama meninggal, sementara posisi mereka digantikan oleh orang-orang yang tidak memiliki ilmu agama. Mereka memberikan fatwa dan kebijakan tanpa dasar yang kuat, sehingga masyarakat menjadi bingung.
12. Gempa Bumi Semakin Sering Terjadi
Fenomena gempa bumi terjadi dengan intensitas yang lebih besar dari biasanya. Ini bisa menjadi pertanda akan datangnya gempa besar yang berpotensi mengubah keseimbangan alam semesta.
13. Manusia Berlomba Memamerkan Kekayaan
Banyak orang yang sibuk menumpuk harta dan membangun gedung-gedung tinggi semata-mata untuk menunjukkan status sosial mereka. Kemewahan menjadi simbol kesuksesan, sementara nilai-nilai spiritual dan kebersahajaan semakin terabaikan.
Itulah 13 tanda-tanda kiamat sugra yang akan dialami oleh manusia menjelang akhir zaman. Semoga kita semua terhindar daripada keburukannya.